Minggu, 29 Januari 2023

Budi dan Ani

Itu Bapak Budi. Dia seorang petani dengan kehidupan yang sederhana. Budi sebagai anak, telah berhasil mengangkat derajat orang tuanya dengan menjadi anak yang sukses di kampungnya. Dia telah bekerja dan berhasil membangunkan sebuah rumah untuk Bapaknya.
Ditengah keberhasilannya, Budi sampai jarang menghubungi sahabat semasa kecilnya, Ani. Kehidupan Ani tidaklah seberuntung Budi. Ani hanya tinggal berdua dengan neneknya di sebuah rumah tua. Ani bekerja sebagai penjaga toko kelontong, yang upahnya hanya cukup untuk makan saja. 

Budi merasa kasihan dan selalu menawarkan bantuan, tapi Ani menolaknya. Ani merasa, dia masih bisa berusaha tanpa belas kasihan siapapun, termasuk Budi.

Besoknya, Budi menemui Ani di toko kelontong. Dia ingin sekali berbicara dengan Ani. 

Budi merasa aneh dengan perubahan sikap Ani. Ani selalu menghindar. Budi merasa sangat kehilangan. 

"Maaf, Ani...mungkin kita harus bicara," ungkap Budi penuh harap. Ani menyudahi kegiatannya menyusun botol-botol minuman. Ani diam tak bergeming.

Tatapan teduh tidak ada lagi di wajah Ani. Budi menunduk lemas dan merasa bersalah. Dia tau sekarang. Dia tidak ada untuk sahabatnya di kala susah. Dia hanya sibuk bekerja untuk membahagiakan diri sendiri dan bapaknya. 

Dia lupa, kalau Ani yang selalu memberi semangat kepadanya untuk meraih mimpi. Dia juga pernah mengabaikan puisi-puisi yang diberikan Ani saat masih sekolah. Lembaran-lembaran puisi itu tidak pernah dia baca dan masih terjebak di buku pelajaran.


===============================

#30haribercerita 
Tema #30hbc23mengarang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Instalasi Hidroponik #Ramadhan Journey

Instalasi Hidroponik milik kak Ama di Kabupaten Majene Tiga hari yang lalu, sebelum pulang ke Mamuju, saya menyempatkan berkunju...